Breaking News
Loading...
Selasa, 02 Juli 2013

2 SEARCH ENGINE LOKAL YANG MAMPU MENGALAHKAN GOOGLE

16.16
Artikel ini sebenarnya pernah ditulis pada periode 4 tahun yang lalu tepatnya pada tanggal 1 Maret 2009 oleh tech19.wordpress.com. Blog CARA GAMPANG merasa penting untuk mengangkatnya kembali sekedar untuk memotivasi atau membuka wawasan segenap anak bangsa Indonesia untuk lebih mencintai budaya sendiri, meski di dunia internet sekalipun. Budaya bangsa hendaknya lebih dijunjung tinggi dibandingkan dengan budaya asing atau budaya pendatang.

Di dunia internet atau lebih tepatnya dunia blogger, hampir semua blogger Indonesia menjadikan Google sebagai parameter utama untuk mengukur tingkat keberhasilan situs/blog yang dimilikinya. Betapa tidak, Google Pagerank masih menjadi masterpiece, Google Webmaster masih menjadi andalan untuk membantu proses optimasi, algoritma Google Panda dan Penguin masih menjadi momok yang paling ditakuti, Google Banned menjadi eksekutor utama bagi pemain adsense dan masih banyak hal yang melibatkan Google sebagai parameter utamanya.

Memang tidak dapat dipungkiri, raksasa Google dengan Hibryd Mesin-Penilaian (search engine) Manusia-nya memang terbukti lebih mumpuni, di tingkat dunia Google mendominasi pasar pencarian online hingga 85%. Namun di 2 (dua) lokasi ini, Google mengalami hal sebaliknya, kalah oleh pemain lokal hingga 76% (data dibuat oleh Naver Inc.) adapun dua lokasi tersebut adalah :

1. Naver (Korea Selatan) = menang telak
2. Baidu (China) = menang telak (lebih dari 60% pencarian)

Perhatikan tabel berikut ini :

Cara Gampang

Bagaimana resep mereka mengalahkan Google ? Naver, tidaklah meng-crawl internet untuk membuat database pencariannya. Naver adalah portal mirip Yahoo yang menyediakan segala kebutuhan online di situsnya. Mulai dari Email, Chat, dan lain-lain. Fitur utama yang mengalahkan Google adalah Forum tanya-jawab biasa namun khas budaya Korea Selatan yang sangat berbeda dengan pola search engine Google. Misalnya, jika orang Korea Selatan mengetikkan kata “rain” di Google, jawaban yang keluar adalah situs mengenai “hujan” dan sinonimnya. Namun di Naver, Rain adalah nama artis papan atas Korea Selatan. Contoh kecil ini menunjukkan mesin Google belum di tune untuk bahasa korea.

Baidu lebih mirip Google karena ia meng-crawl internet untuk membuat indeks data alamat internet beserta kata kuncinya. Dan Lagi-lagi masalah budayalah yang membuat hasil pencarian Baidu lebih sesuai dengan selera masyarakat China dibandingkan dengan Google.

Kabar terbaru menyebutkan bahwa Google terus memperbaiki pangsa pasarnya di dua negara tersebut. Kurang berhasil di Korea Selatan, namun Google berhasil meningkatkan pangsa pasar pencariannya sekitar 4% di China mulai tahun 2008. Faktor yang mempengaruhi perbaikan pangsa pasar Google ini ada dua, yakni, Baidu banyak mengalami skandal internal, kedua, Baidu tidak memisahkan secara jelas antara hasil pencarian dengan iklan berbayar sehingga mengurangi kualitas hasil pencariannya.

Jumawa dengan keberhasilannya menahan Google di negeri sendiri (ada bendera Korea Selatan di header situsnya :) ), pendiri Naver Mr. Chae berniat menyerang Google di kandangnya sendiri, yaitu  dengan mendirikan Naver USA, Naver Japan, dan lain-lain.

Point penting yang dapat kita ambil dari uraian di atas adalah, ternyata budaya lokal mampu dijaga dan dipertahankan hingga mampu mengalahkan budaya asing atau pendatang. Menjadi tuan rumah di negeri sendiri inilah kata kunci utamanya.

Bagaimana dengan di negeri kita tercinta ini ?

Sumber tulisan : http://tech19.wordpress.com/2009/03/01/2-situs-lokal-yang-mampu-mengalahkan-google/

0 komentar:

Posting Komentar

==> Silahkan meninggalkan komentar, jangan OOT, No Spam, No SARA
==> Jangan berkomentar dengan modus Anonimous
==> Jangan promosi produk, No Pornografi, No link-aktif
==> Jika ingin mendapatkan backlink, gunakan modus Name/Url
==> Mohon maaf bila ada keterlambatan balasan komentar anda.

 
Toggle Footer
backtotop